Implementasi Metode Storytelling dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter di MIS Alwashliyah Simangambat

Authors

  • Sri Suryani Universitas Alwashliyah
  • Nikmah Royani Harahap Universitas Alwashliyah
  • Nurasyiah Siregar Universitas Alwashliyah

DOI:

https://doi.org/10.55606/jpbb.v5i3.6428

Keywords:

Akidah Akhlak, Character Values, Madrasah Ibtidaiyah, Moral Education, Storytelling Method

Abstract

This research is motivated by the growing phenomenon of moral degradation among madrasah students and the suboptimal use of the storytelling method in Akidah Akhlak learning at MIS Alwashliyah Simangambat. The purpose of this study is to describe the planning, implementation, and contribution of the storytelling method in instilling character values in fourth-grade students through the Akidah Akhlak subject at MIS Alwashliyah Simangambat. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. Primary data sources included the school principal, the Akidah Akhlak teacher, and fourth-grade students. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and document analysis. Data analysis followed the Miles and Huberman model comprising data reduction, data display, and conclusion drawing, with validity ensured through source, technique, and time triangulation. The findings reveal three key conclusions. First, the planning of the storytelling method was carried out systematically and character-oriented, encompassing the development of lesson plans that structurally integrate storytelling across three learning phases, the selection of stories from the Sirah Nabawiyah and companions' narratives aligned with core competencies, and the teacher's performative preparation supported by substantive supervision from the school principal. Second, the implementation of the storytelling method took place effectively and meaningfully through three interconnected phases: emotional opening, performative story delivery using vocal variation and body movement, and value reflection that encouraged students to connect story messages with their personal experiences, resulting in the internalization of religious, honest, disciplined, responsible, and socially caring values into students' real behavior. Third, the contribution of the storytelling method proved to be genuine and multidimensional, encompassing the formation of students' internal moral motivation grounded in spiritual awareness, long-term value retention through emotional memory, and the extension of learning impact to strengthen value synergy between the madrasah and students' family environments.

References

Al-Qur'an dan Terjemahannya. (2025). Kementerian Agama Republik Indonesia. Bandung: Diponegoro.

Anggi, A. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: CV Pustaka Setia.

Arindi, D. (2020). Penanaman nilai religius pada anak usia dini. Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1). https://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/goldenage/article/view/3007

Asfandiyar, A. Y. (2007). Cara pintar mendongeng. Jakarta: Mizan.

Cameron, L. (2012). Teaching languages to young learners. Cambridge: Cambridge University Press.

Departemen Pendidikan Nasional. (2004). Modul sosialisasi pentingnya pendidikan anak usia dini. Jakarta: Depdiknas.

Dewi, R. (2023). Digital storytelling untuk karakter anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1). https://obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/2431

Fitriani. (2021). Efektivitas metode bercerita dalam pembelajaran. PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 10(2). https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/paud/article/view/56789

Hamzah, B., & Muhlisrarini. (2018). Perencanaan dan strategi pembelajaran matematika. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Hariwijaya, M. (2009). PAUD: Melejitkan potensi anak dengan pendidikan sejak dini. Yogyakarta: Mahadhika Publishing.

Hasan, S. H., dkk. (2010). Pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Jakarta: Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional.

Hidayati. (2019). Dampak gadget terhadap moral anak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2). https://journal.uin-malang.ac.id/index.php/paud/article/view/9876

Juliati. (2021). Metode storytelling dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 8(1).

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2025). Arti kata karakter. https://kbbi.web.id/karakter

Lestari, I. (2021). Pendidikan karakter pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2). https://obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/1230

Masitoh, dkk. (2008). Strategi pembelajaran TK. Jakarta: Universitas Terbuka.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Musthofa, Faizin, & Sanjani. (2025). Strategi pembelajaran storytelling adaptif dalam menanamkan nilai akhlak mulia pada siswa MI di era digital. Jurnal Pendidikan Islam, 12(1).

Nashir, H. (2013). Pendidikan karakter berbasis agama dan budaya. Yogyakarta: Multi Presindo.

Nurkhalizah, & Ferianto. (2023). Implementasi metode storytelling dalam pembelajaran. Risalah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 4(1). https://jurnal.faiunwir.ac.id/index.php/risalah/article/view/266

Payulyul, dkk. (2021). Teknik bercerita dalam pembelajaran anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 10(2).

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. https://jdih.kemdikbud.go.id/arsip/Permendikbud%20137%20Tahun%202014.pdf

Perdana, R., & Waspodo, M. (2020). Metode storytelling sebagai media pengembangan karakter anak. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 5(1).

Putri. (2022). Degradasi moral anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1). https://jurnal.iainkediri.ac.id/index.php/paud/article/view/2210

Rahmawati. (2020). Perilaku agresif anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2). https://obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/640.

Ramayulis. (2013). Metodologi pendidikan agama Islam. Jakarta: Kalam Mulia.

Rosidatun. (2018). Model implementasi pendidikan karakter. Gresik: Caremedia Communication.

Sa'baniah, R. (2022). Pengaruh metode storytelling terhadap penanaman nilai karakter siswa [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau]. Repository UIN Suska Riau. https://repository.uin-suska.ac.id/

Samani, M., & Hariyanto. (2013). Konsep dan model pendidikan karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sari, & Yuliani. (2021). Menurunnya empati anak di era digital. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2). https://ejournal.upi.edu/index.php/paud/article/view/34567

Sari. (2020). Storytelling sebagai media pembentukan moral anak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1). https://ejournal.upi.edu/index.php/paud/article/view/11223

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suyadi, & Selvi. (2019). Pendidikan karakter di PAUD. Jurnal Pendidikan Anak, 8(1). https://journal.uny.ac.id/index.php/jpa/article/view/27944

Ulwan, A. N. (2007). Pendidikan anak dalam Islam (Jamaludin Miri, Penerjemah). Jakarta: Pustaka Amani.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sekretariat Negara.

UNICEF. (2021). Child online behaviour report. https://www.unicef.org/reports.

Wiyani. (2018). Urgensi pendidikan karakter pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1). https://ejournal.upi.edu/index.php/paud/article/view/12345

Zubaedi. (2012). Desain pendidikan karakter: Konsepsi dan aplikasinya dalam lembaga pendidikan (Cet. II). Jakarta: Kencana.

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Sri Suryani, Nikmah Royani Harahap, & Nurasyiah Siregar. (2026). Implementasi Metode Storytelling dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter di MIS Alwashliyah Simangambat. Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Budaya, 5(3), 143–156. https://doi.org/10.55606/jpbb.v5i3.6428