Pembiasaan Shalat Berjamaah dalam Membentuk Disiplin dan Nilai Keislaman Siswa di SD Muhammadiyah Gunung Lagan
DOI:
https://doi.org/10.55606/jpbb.v5i3.6445Keywords:
Character Education, Congregational Prayer, Islamic Values, Religious Habituation, Student DisciplineAbstract
This study aims to deeply analyze the implementation of congregational prayer habituation, its contribution to forming disciplined character and instilling Islamic values in students, and to identify its supporting and inhibiting factors at SD Muhammadiyah Gunung Lagan, Gunung Meriah District, Aceh Singkil Regency. This study utilizes a qualitative descriptive approach. Data were collected through direct observation techniques, in-depth interviews with the school principal, Islamic Religious Education (PAI) teachers, classroom teachers, and students, and reinforced by documentation studies. The research results indicate that the implementation of congregational prayer habituation (Dhuha and Zuhr prayers) has been systematically programmed through the integration of the specific additional Al-Islam and Kemuhammadiyahan curriculum. This habituation contributes significantly to shaping student discipline, which is clearly visible in the aspects of punctuality, row orderliness (shaf), and full obedience to school rules and regulations. Furthermore, this routine activity is proven effective in internalizing crucial Islamic values, such as improving the quality of piety, independent worship awareness, moral responsibility, and a sense of social solidarity among students. The primary supporting factors include structured school policies, consistent role-modeling from educators, and active supervision by teachers. Meanwhile, the inhibiting factors involve the limitations of worship facilities' infrastructure and variations in the religiosity backgrounds of students' families at home. This study concludes that consistent habituation of congregational prayer can foster a religious, character-driven, and highly disciplined school ecosystem. It is recommended that the school continuously improve worship facilities and strengthen collaborative synergy with parents to optimize the continuity of this positive habituation within the home environment.
References
Al-Asqalani, Ibnu Hajar. (1379 H). Fathul Bari Syarh Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar al-Ma'rifah.
Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail. (2001). Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar Thauq an-Najah. (Kitab al-Adzan, Bab Wujubi Shalat al-Jama'ah).
Al-Ghazali. (2016). Ihya’ Ulumuddin (Jilid I). Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
Ami, M. S., & Anggraini, F. (2024). Pembiasaan ibadah dan penguatan karakter disiplin siswa di sekolah Islam. Hidayah: Jurnal Pendidikan Islam, 6(1), 52–63.
Arifin, M. (2020). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Aviyah, I. I. (2024). Metode pembiasaan dalam pendidikan Islam dan implikasinya terhadap pembentukan karakter siswa. Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 120–131.
Badan Gizi Nasional. (2025). Pedoman pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Jakarta: Badan Gizi Nasional.
Fauzi, A. (2021). “Pembiasaan Kegiatan Keagamaan dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa Sekolah Dasar.” Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 145–158.
Fauziah, N. (2025). Disiplin dalam perspektif pendidikan Islam dan implementasinya di madrasah. Al-Thifl: Jurnal Pendidikan Guru MI, 7(1), 41–53.
Hakim, L. (2023). Metode pembiasaan dalam pendidikan Islam perspektif teori belajar. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 8(1), 77–89.
Hamdani. (2020). Pendidikan Agama Islam Berbasis Karakter. Bandung: Pustaka
Ismail, I. K. (1999). Tafsir al-Qur'an al-Adzim (Tafsir Ibnu Katsir). (M. S. Thayyibah, Ed.). Riyadh: Dar Thayyibah.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Jakarta: Kemendikbud.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Profil Pelajar Pancasila. Jakarta: Kemendikbudristek.
Kurniawan, D. (2021). Metode pembiasaan sebagai strategi pembentukan karakter peserta didik. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(2), 145–156.
Latifah, N., & Anwar, S. (2024). Pembiasaan religius dalam membangun karakter disiplin dan tanggung jawab siswa. Jurnal Studi Pendidikan Islam, 12(1), 34–46.
Lickona, T. (2013). Educating for Character: Mendidik untuk Membentuk Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.
Miles, Matthes & Huberman, Michael. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Press.
Moleong, Lexy J. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Ningsih, R. (2024). Faktor internal dan eksternal pembentuk disiplin peserta didik. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(2), 115–126.
Nurhadi. (2019). Pembentukan nilai-nilai keislaman melalui kegiatan keagamaan di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(1), 33–46.
Rahmawati, S. (2022). Implementasi pembiasaan ibadah shalat dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di sekolah dasar Islam. Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 4(2), 101–115.
Rahmawati, S., & Hidayat, T. (2023). Keteladanan guru dalam pembiasaan ibadah shalat berjamaah di sekolah dasar Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 20(2), 178–189.
Rohman, A., & Ma’arif, M. A. (2022). Implementasi metode pembiasaan dalam pendidikan karakter di sekolah. Ta’dib: Jurnal Pendidikan Islam. 27(2). 201–213.
Sari, N., & Hidayat, T. (2020). Peran shalat berjamaah dalam pembentukan karakter religius peserta didik. Jurnal Pendidikan Karakter, 5(1), 55–68.
Setiawan, A. (2022). Disiplin sebagai nilai inti dalam pembelajaran berbasis karakter. Jurnal Studi Pendidikan, 18(1), 67–78.
Setyowati, P. J. (2023). Konsep dan implementasi disiplin dalam pendidikan karakter. Jurnal Teknologi Pendidikan, 25(2), 211–220.
Suryani, L. (2023). Nilai keislaman sebagai dasar pembentukan karakter religius siswa. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 8(1), 23–35.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






