Review Progres Agropolitan pada Strategi dan Trend Ekspor Jagung di Gorontalo

Authors

  • Hendra Haipi Universitas Muhammadiyah Gorontalo
  • Dewa Oka Suparwata Universitas Muhammadiyah Gorontalo
  • Merita Ayu Indrianti Universitas Muhammadiyah Gorontalo
  • Aditya Djaini Universitas Muhammadiyah Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.55606/sscj-amik.v4i3.6125

Keywords:

Agropolitan, Competitiveness, Corn, Export, Gorontalo

Abstract

. The Agropolitan Program based on corn commodities in Gorontalo Province aims to enhance agricultural productivity, improve farmers’ welfare, and strengthen the competitiveness of corn. This study examines the progress of program implementation and its impact on production, quality, export volume, and competitiveness. A quantitative approach was employed, utilizing SWOT analysis and the Revealed Comparative Advantage (RCA) method. Data were obtained from the Central Bureau of Statistics, relevant institutions, as well as limited observations and interviews.The results indicate that the Agropolitan Program has contributed positively to the expansion of harvested areas and increased corn production, particularly during the 2020–2024 period. This increase is not only evident in terms of quantity but has also begun to show improvements in the quality of yields, although these improvements are not yet evenly distributed across regions. However, export performance remains fluctuating, with unstable RCA values, indicating that the competitiveness of corn in the international market still faces various challenges.This condition is influenced by limitations in logistics infrastructure, weak farmer institutions, dependence on middlemen, and the suboptimal integration of the value chain from upstream to downstream. In addition, access to technology, financing, and market information remains a significant constraint that needs to be addressed. It is concluded that the success of the program requires strengthening institutional capacity, improving distribution efficiency, and implementing sustainable and integrated export policies to support the stability and long-term competitiveness of corn.

References

Herawan, A. (2013). Implementasi agropolitan berbasis sumber daya lokal untuk meningkatkan pembangunan ekonomi (Studi Provinsi Gorontalo). Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 1(2). https://jimfeb.ub.ac.id/index.php/jimfeb/article/view/412

Adiwinata. (2024). Pemkab Gorontalo dan mitra sepakat kembangkan jagung. Antara. https://www.antaranews.com/berita/4064241/pemkab-gorontalo-dan-mitra-sepakat-kembangkan-jagung

Alhadar. (2023). Analisis faktor penghambat ekspor jagung di era new normal. Jurnal Ilmu Sosial, 10, 55–68.

Amin, N. F., Garancang, S., & Abunawas, K. (2023). Konsep umum populasi dan sampel dalam penelitian. Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 14(1), 2776–3005.

Ashai, S. (2021). Analisis efisiensi pemasaran jagung di Provinsi Gorontalo. Jurnal Agribisnis Indonesia, 9(1), 55–66. https://doi.org/10.29244/jai.2021.9.1.55-66

Ashar, S. (2021). Analisis efisiensi pemasaran jagung di Gorontalo. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 9(2), 102–115.

Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo. (2023). Statistik pertanian tanaman pangan Provinsi Gorontalo 2023. Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo. https://ditjenbun.pertanian.go.id

Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo. (2025). Luas panen jagung pipilan di Provinsi Gorontalo tahun 2024 mencapai 128,23 ribu hektare. Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo.

Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo. (2013). Produksi jagung menurut kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo tahun 2013. Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo.

Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo. (2024). Luas panen jagung pipilan di Provinsi Gorontalo 2024 (perkiraan awal). Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo. https://www.infopublik.id/kategori/nusantara/882699/

Badan Pusat Statistik. (2017). Hasil survei struktur ongkos usaha tanaman palawija 2017. https://www.bps.go.id/id/publication/2017/12/26/07ca064175333cd9f796c183/hasil-survei-struktur-ongkos-usaha-tanaman-padi-2017

Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri. (2017). Sumber pembiayaan terbatas akibatkan produktivitas petani rendah. https://bskdn.kemendagri.go.id/website/sumber-pembiayaan-terbatas-akibatkan-produktivitas-petani-rendah/

Diani, N. L. P. S. (2023). Strategi pengembangan wilayah agropolitan di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Jurnal Bumi Indonesia, 12(1), 45–60.

Farhah, P. (2023). Strategi pengembangan wilayah agropolitan di Kabupaten Wonosobo. Jurnal Ekonomi Pembangunan Daerah, 11(2), 78–91.

Farhanah, D., & Prajasantri. (2023). Strategi pengembangan wilayah agropolitan di Kabupaten Wonosobo. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 11(2), 78–91.

Anggreani, T. F. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi SWOT: Strategi pengembangan SDM, strategi bisnis, dan strategi MSDM. Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi, 2(5), 619–629. https://doi.org/10.31933/jemsi.v2i5.588

Gobel, & Santoso. (2024). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani jagung di Desa Karya Baru, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo. Jurnal Penelitian Ekonomi Pertanian, 9(1), 12–20.

Goni, H. A. (2020). Pengertian strategi dan manajemen strategi (pp. 7–20).

Hartoyo, P. (2017). Transmisi harga jagung di Provinsi Gorontalo. Jurnal Agribisnis Indonesia, 5(1), 75–88. https://doi.org/10.29244/jai.2017.5.1.75-88

Alexander, H. B. (2024). Gorontalo kota agropolitan, visi pusat lumbung pangan nasional 2051. Lestari. https://lestari.kompas.com/read/2024/01/23/080000886/gorontalo-kota-agropolitan-visi-pusat-lumbung-pangan-nasional-2051

Imran, & Tolinggi. (2023). Analisis usahatani jagung pada program agropolitan di Provinsi Gorontalo. Jurnal Saintek, 8(1), 18–29.

Kailen, E., et al. (2023). Peran penyuluhan dalam peningkatan adopsi GAP pada usahatani jagung di Desa Mongiilo Utara, Kabupaten Bone Bolango. Jurnal Mahatani, 6(1), 55–64.

Kango. (2023). Strategi pemasaran jagung Gorontalo sebagai program unggulan daerah. Jambura: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 10, 78–90.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2023). Laporan tahunan program revitalisasi pertanian nasional 2023.

Moleong, L. J. (2008). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Podomi. (2023). Analisis daya saing komoditas jagung di Provinsi Gorontalo. Jurnal Ekonomi dan Manajemen Pertanian, 10, 30–42.

Rahmawati. (2024). Persepsi petani terhadap komponen inovasi dalam good agricultural practice jagung hibrida. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 8(3), 22–34.

Sakir, M. (2021). Kontribusi program agropolitan berbasis jagung terhadap kondisi ekonomi petani jagung di Provinsi Gorontalo. Jurnal Sosial dan Politik, 11(1), 1–10.

Jocom, S. G. (2009). Analisis dampak dan strategi pengembangan agropolitan basis jagung terhadap perekonomian wilayah serta analisis pendapatan masyarakat petani di Provinsi Gorontalo [Skripsi, Institut Pertanian Bogor]. https://123dok.com/document/7q09wllq-analisis-pengembangan-agropolitan-perekonomian-pendapatan-masyarakat-provinsi-gorontalo.html

Siswanto, I. (2019). Pemberdayaan petani dalam meningkatkan ekonomi pedesaan (Studi kasus Gabungan Kelompok Tani Kanjilo di Desa Kanjilo Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa).

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Supardi, & Hastuti, H. (2015). Faktor yang mempengaruhi pendapatan petani jagung (Zea mays L.). Mediagro: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 11(2), 79–85. https://doi.org/10.35326/mediagro.v11i2.179

Syachbudy, Q. Q., & H. K. (2023). Tata kelola rantai nilai jagung di Indonesia. Jurnal Paradigma Agribisnis, 6(1), 1–15.

Tahir, N. (2024). Skenario peningkatan pendapatan usahatani jagung melalui teknologi. Jurnal Ilmu Agribisnis, 10, 101–115.

Tahir, N. S., A., & Alfian. (2024). Skenario peningkatan pendapatan usahatani jagung melalui adopsi teknologi pertanian di Provinsi Gorontalo. Jurnal Ilmu Agribisnis, 11(1), 100–113.

Ashari, U. (2019). Analisis pendapatan dan kelayakan usahatani jagung di Kecamatan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 1(1). https://doi.org/10.47687/snppvp.v1i1.143

Usman, & Wantu. (2016). Depolitisasi birokrasi dan kebijakan pengembangan pertanian agropolitan jagung dalam meningkatkan ekonomi petani di Provinsi Gorontalo. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian, 353–355.

Wahyudi, et al. (2024). Strategi pengembangan tanaman jagung berbasis aplikasi biosaka di Kabupaten Ngawi. Jurnal Agroinovasi Teknologi, 10(1), 88–97.

Yusuf, & Laleno. (2024). Analisis daya saing ekspor komoditas jagung di Provinsi Gorontalo ke ASEAN. Jurnal Mutawazin, 45–57.

Zainudin, & Setyawan, M. (2018). Maize supply response in Indonesia. Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan, 12(1), 47–72. https://doi.org/10.30908/bilp.v12i1.135

Safitri, Z., El, W., Sitorus, V. P., & Noviyanti, I. (2024). Analisis SWOT terhadap pengembangan strategi bisnis pada warung.

Downloads

Published

2026-05-04

How to Cite

Hendra Haipi, Dewa Oka Suparwata, Merita Ayu Indrianti, & Aditya Djaini. (2026). Review Progres Agropolitan pada Strategi dan Trend Ekspor Jagung di Gorontalo. Student Scientific Creativity Journal, 4(3), 01–19. https://doi.org/10.55606/sscj-amik.v4i3.6125

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.