Proses Naturalisasi Warga Negara Asing menjadi Warga Negara Indonesia Menurut Undang Undang 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan
DOI:
https://doi.org/10.55606/sscj-amik.v4i4.6272Keywords:
Citizenship, East Nusa Tenggara, Foreign Nationals, Indonesian Citizens, NaturalizationAbstract
Citizenship issues, particularly the naturalization of foreign nationals, remain an important challenge in Indonesia’s legal system. This study analyzes the implementation of the naturalization process under Law Number 12 of 2006 on the Citizenship of the Republic of Indonesia and identifies factors that hinder its implementation in East Nusa Tenggara Province. The research employed a normative legal method supported by empirical data using statutory, conceptual, and socio-legal approaches. Data were collected through a literature review and interviews with officials of the Regional Office of the Ministry of Law and Human Rights of East Nusa Tenggara and naturalization applicants. The findings show that the naturalization process has generally been carried out in accordance with applicable legal provisions, including application submission, administrative and substantive examination, government approval, and the citizenship oath. However, implementation remains constrained by incomplete documents, identity discrepancies, limited Indonesian language proficiency, inadequate understanding of procedures, restricted technological access in remote areas, lengthy administrative verification, and delays in renouncing original citizenship. The study concludes that effective naturalization depends not only on legal regulations but also on efficient administrative services, inter-agency coordination, and public legal awareness to ensure greater legal certainty.
References
Ade Risna Sari, F., Poernomo, F., & Efendi, A. (2024). Hukum administrasi negara. YPAD Penerbit.
Andini, R. (2023). Kebijakan hukum terhadap perkawinan campuran di Indonesia. Jurnal Hukum dan HAM, 14(4), 55–72.
Anjani, R. (2023). Perlindungan hukum anak bipatride dalam perspektif negara hukum. Jurnal HAM dan Kewarganegaraan, 3(1), 77–95.
Asshiddiqie, J. (2005). Konstitusi dan negara hukum. Konstitusi Press.
Asshiddiqie, J. (2009). Konsep negara hukum Indonesia. Jurnal Hukum Konstitusi, 6(2).
Asshiddiqie, J. (2016). Hukum tata negara. RajaGrafindo Persada.
Asshiddiqie, J. (2019). Pengantar ilmu hukum tata negara. RajaGrafindo Persada.
Denhardt, R. B., & Denhardt, J. V. (2015). The new public service: Serving, not steering (4th ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315699356
Dwiyanto, A. (2018). Reformasi birokrasi dan good governance. Gadjah Mada University Press.
Fatmawati, A. (2022). Perlindungan hukum bagi anak hasil perkawinan campuran. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 29(1), 45–67.
Friedman, L. M. (1975). The legal system: A social science perspective. Russell Sage Foundation.
Friedman, L. M. (2002). American law in the twentieth century. Yale University Press.
Gatot Supramono. (2014). Hukum orang asing di Indonesia. Sinar Grafika.
Hadjon, P. M. (2019). Pengantar hukum administrasi Indonesia. Gadjah Mada University Press.
Hamid, J. (2020). Hukum keimigrasian bagi orang asing di Indonesia. Prenadamedia Group.
Indrati, M. F. (2011). Hukum kewarganegaraan Indonesia. Citra Aditya Bakti.
Kelsen, H. (1945). General theory of law and state. Harvard University Press.
Kelsen, H. (1967). Pure theory of law (M. Knight, Trans.). University of California Press. https://doi.org/10.1525/9780520312296
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. (2024). Laporan pemantauan HAM nasional 2023. Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia.
Nasution, A. (2021). Konflik norma kewarganegaraan dalam perkawinan campuran. Jurnal Hukum dan Keadilan, 5(3), 101–118.
Nurtjahjo, H. (2022). Birokrasi dan reformasi hukum di Indonesia. Kencana.
Organisation for Economic Co-operation and Development. (2022). Public service leadership and capability review: Indonesia. OECD Publishing.
Prasetyo, T. (2021). Hukum dan kebijakan publik di Indonesia. Refika Aditama.
Radbruch, G. (1947). Einführung in die Rechtswissenschaft. Kohlhammer Verlag.
Simanjuntak, A. (2023). Hukum pelayanan publik di Indonesia. Rajawali Pers.
Soekanto, S. (2008). Kesadaran hukum dan kepatuhan hukum. Rajawali Pers.
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2007). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. RajaGrafindo Persada.
Sulistyowati, E. (2023). Analisis kepastian hukum terhadap status kewarganegaraan anak hasil perkawinan campuran. Jurnal Ilmu Hukum, 10(2), 189–208.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. (2006). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4634.
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. (2011). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5216.
Usman, R. F. (2022). Proses naturalisasi warga negara asing yang telah berjasa kepada Indonesia. Jurnal Hukum dan Kebijakan Publik, 3(1), 22–34.
Utrecht. (1962). Pengantar hukum administrasi negara Indonesia. Ichtiar Baru.
Wibawa, S. (2022). Manajemen pelayanan publik di era demokrasi. Gava Media.
Wicaksono, B. (2020). Desentralisasi dan fungsi pelayanan publik dalam sistem pemerintahan Indonesia. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 11(1), 55–74.
Widiastuti, L. (2021). Problematika hukum dalam perkawinan campuran di Indonesia. Jurnal Mimbar Hukum, 33(2), 267–283.
Widodo, W. (2022). Kewarganegaraan dan hukum keluarga lintas negara. Deepublish.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Student Scientific Creativity Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






.png)













