Nilai Historis Candi Plaosan Lor dan Relevansinya terhadap Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Sejarah

Authors

  • Nadia Fajrin Maulina Universitas Sebelas Maret
  • Musa Pelu Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.55606/sscj-amik.v4i5.6410

Keywords:

Character Education, Cultural Heritage, Historical Values, History Learning, Plaosan Lor Temple

Abstract

This study was motivated by the limited use of historical values embedded in cultural heritage as character education materials in history learning. It aims to analyze the history of Plaosan Lor Temple, identify its historical values, and examine their relevance to character education in history learning. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings indicate that Plaosan Lor Temple reflects the political, religious, and cultural dynamics of the Ancient Mataram Kingdom through its historical background, architecture, and reliefs. The analysis identified seven historical values: religious, tolerance, unity, cultural, educational, scientific, and aesthetic values. These values are relevant as authentic learning resources for character education because they foster historical awareness, tolerance, cultural appreciation, critical thinking, and awareness of cultural heritage preservation. Therefore, Plaosan Lor Temple has strong potential to support contextual history learning while strengthening character education.

References

Arfa, A. M., & Lasaiba, M. A. (2022). Pendidikan multikultural dan implementasinya di dunia pendidikan. Geoforum, 1(2), 36–49. https://doi.org/10.30598/geoforumvol1iss2pp36-49

Casparis, J. G. de. (1958). Short inscriptions from Tjandi Plaosan-Lor (Berita Dinas Purbakala No. 4). Dinas Purbakala.

Fahrurrozi, A. (2022). Perkembangan dan penanaman nilai agama pada masa remaja. An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 52–61. https://doi.org/10.51806/an-nahdlah.v2i1.32

Gafur, A. (2022). Patterns of educational interaction in the formation of multicultural attitudes of students in multi religious schools. Elementary Islamic Teacher Journal, 10(1), 141. https://doi.org/10.21043/elementary.v10i1.14188

Halim, A., & Maskuri, M. (2021). Kompetensi multikultural guru pendidikan agama Islam. Pendidikan Multikultural, 5(1), 120. https://doi.org/10.33474/multikultural.v5i1.10322

Hamid, A. R. (2014). Pembelajaran sejarah. Penerbit Ombak.

Jannah, M. (2018). Remaja dan tugas-tugas perkembangannya dalam Islam. Psikoislamedia: Jurnal Psikologi, 1(1). https://doi.org/10.22373/psikoislamedia.v1i1.1493

Kholipah, S. (2021). Psikologi perkembangan pada masa praremaja. Jurnal Kajian Psikologi, 1(1).

Kuntowijoyo. (2013). Pengantar ilmu sejarah. Tiara Wacana.

Leluni, S., Susanto, Y., & Arianti, S. (t.t.). Pemanfaatan Situs Cagar Budaya Singa Ngenuh sebagai sumber pembelajaran sejarah untuk meningkatkan pemahaman siswa di kelas XI SMK N 1 Gunung Timang.

Mukhlis. (2022). Fase-fase perkembangan manusia dalam Islam dan relevansinya terhadap pemikiran Muhammad Izzuddin Taufiq. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2(2). https://doi.org/10.56874/tila.v2i2.966

Muhammad Sulhan. (2018). Pendidikan karakter berbasis budaya dalam menghadapi tantangan globalisasi. Visipena Journal, 9(1), 159–172. https://doi.org/10.46244/visipena.v9i1.450

Pratiwi, R. (2020). Perkembangan remaja: Tinjauan psikologis. Jurnal Psikologi Pendidikan.

Rulianto, R. (2018). Pendidikan sejarah sebagai penguat pendidikan karakter. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 4(2), 127–134. https://doi.org/10.23887/jiis.v4i2.16527

Salsa Nurhabibah, Sari, H. P., & Fatimah, S. (2025). Pendidikan karakter di era digital: Tantangan dan strategi dalam membentuk generasi berakhlak mulia. Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam, 3(3), 194–206. https://doi.org/10.61132/jmpai.v3i3.1099

Sari, D., & Kurniawan, A. (2022). Integrasi pendidikan agama Islam dan pendekatan psikologis dalam meningkatkan kesehatan mental remaja. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 14(1), 25–40.

Sarnoto, A. Z. (2024). Peran guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran berbasis multikultural. KASTA: Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya dan Terapan.

Wardiyah, Purbasari, R. (Ed.), Utami, D. W., Widayanti, W. W., Widiasari, A., & Sunarno. (2021). Lanskap budaya Candi Plaosan: Interaksi manusia, alam, dan Sang Pencipta. Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Tengah.

Widja, I. G. (1989). Dasar-dasar pengembangan strategi serta metode pengajaran sejarah. Depdikbud.

Downloads

Published

2026-09-16

How to Cite

Nadia Fajrin Maulina, & Musa Pelu. (2026). Nilai Historis Candi Plaosan Lor dan Relevansinya terhadap Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Sejarah. Student Scientific Creativity Journal, 4(5), 01–13. https://doi.org/10.55606/sscj-amik.v4i5.6410

Similar Articles

<< < 9 10 11 12 13 14 15 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.