Makna Keberagaman Budaya bagi Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam dalam Interaksi Sosial di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Authors

  • Ranto Maulana Sianturi Universitas Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Miftahuddin Miftahuddin Universitas Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Muhammad fahli Zatrahadi Universitas Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

DOI:

https://doi.org/10.55606/jpbb.v5i2.6164

Keywords:

Cultural Diversity, Multiculturalism, Social Interaction, International Students, Tolerance

Abstract

Cultural diversity is an inseparable part of social life in Indonesia, including within higher education environments. Differences in ethnicity, language, customs, and regional backgrounds can influence how students interact and adapt to campus social life. These conditions require students to develop tolerance, openness, and adaptability in order to create harmonious social relationships amid cultural diversity. This study aims to explore the meaning of cultural diversity for Islamic Guidance and Counseling students in social interactions at Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. The novelty of this study lies in its focus on the subjective experiences of Islamic Guidance and Counseling students in interpreting cultural diversity and cross-cultural social interactions within an Islamic university setting, which has rarely been examined specifically. This study employed a qualitative method with a descriptive approach. The research subjects consisted of four students selected through purposive sampling based on different ethnic and regional backgrounds. Data were collected through semi-structured interviews, while data analysis used the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that students interpret cultural diversity as a blessing, a social identity, and a means to get to know one another and build harmonious social relationships. Students also demonstrated tolerance by respecting differences in language, culture, and background among their peers. In addition, several obstacles in social interaction were identified, particularly differences in language, dialect, and communication styles. However, students continued to maintain harmony through mutual respect, solidarity, and the use of Indonesian as a unifying language. The conclusion of this study indicates that cultural diversity has a positive meaning in shaping tolerance, openness, and harmonious social relationships within the university environment.

References

Astawa, I. N. T. (2022). KERAGAMAN BUDAYA LOKAL DALAM PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA. 25(1), 92–101.

Banurea, V., Situmorang, R. N., Hutauruk, J. R., Azzurra, T. K., Azzurriyah, Z. Z., & Hafi, B. (2026). Pemaknaan Nilai Multikulturalisme dan Toleransi di Kalangan Mahasiswa Berlatar Belakang Budaya Berbeda. 5(2), 894–900.

Cahayati, S. N., Lubis, N. H., Sinaga, M., Harahap, T. R., Ritonga, N. A., Ritonga, L. P., & Desky, A. F. (2025). Sosialisasi Keberagaman Agama dan Budaya Sebelum Bekerja di Luar Negeri. 5(3), 1256–1265.

Cahyani, A. M. (2025). Menjaga identitas nasional dalam konteks keberagaman budaya Indonesia. 3, 2170–2177.

Damanik, F. H. S. (2024). Kehidupan Multikultural di Kota Medan : Dinamika , Tantangan , dan Peluang. 60–67.

Elsiana, K., Ladamay, I., & Bomans Wadu, L. (2019). Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran Bagi Guru dan Dosen Hubungan Antara Keberagaman Budaya Terhadap Sikap Toleransi Antar Mahasiswa Di Universitas Kanjuruhan Malang. 3, 205–212. https://conference.unikama.ac.id/artikel/index.php/fip/index

Fardien, A., Khaerani, D., Cahya, M., Wijaya, P., Adawiyah, E., & Patrianti, T. (2025). Dinamika Komunikasi Antar Budaya Dalam Mengatasi Culture Shock Pada Mahasiswa Rantau Di Universitas Muhammadiyah Jakarta. 6, 76–81.

Hanapi, W., & Ramli, M. (2024). Perbedaan Budaya Dan Dampaknya Dalam Pandangan Psikologi Islam. 2(2), 712–726.

Junita, Sembiring, C. A. B., Karo, G. R. B., Butar, A. N. B., Hafi, B., & Marcelino, D. S. P. (2026). Multikulturalisme dan Adaptasi Sosial : Analisis Interaksi Mahasiswa dalam Lingkungan Akademik. 5(2), 753–759.

Laulang, S. K., Erlinda, M., & Bone, M. P. (2025). Pengaruh Kesadaran Multikultural terhadap Penyesuaian Diri Mahasiswa Bimbingan dan Konseling di Peguruan Tinggi. 5(2). https://doi.org/10.59818/jpi.v5i2.1389

Manullang, E. R., & Yunita, S. (2023). Essentialism in the Development of Student Civic Education Learning System in Tolerance of Cultural Diversity Esensialisme Pengembangan Sistem Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Siswa dalam Toleransi Keberagaman Budaya. 21(2), 296–305.

Mufidah, V. N., & Fadilah, N. N. (2022). Adaptasi dan Culture Shock : Studi Kasus pada Peserta Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. 7168(1), 61–70. https://doi.org/10.47776/MJPRS.003.01.05

Nainggolan, P. (2025). Menghadapi Friksi Budaya : Komunikasi Mahasiswa Sumatera Dalam Membangun Hubungan Dengan Mahasiswa Madura. 3(6).

Riyadi, I., Prabowo, E. A., & Hakim, D. (2024). Peran Bhinneka Tunggal Ika Dalam Keberagaman Adat Budaya di Indonesia. 3.

Rizqiyah, K. ‘Anni, Abdullah, M. N. A., & Rizaldi, M. R. (2025). Tantangan Mahasiswa Perantauan Etnis Jawa Mempertahankan Identitas Budaya di Perguruan Bandung Kivi. 11, 36–46.

Setiawan, A. S. A., & Engel, M. M. (n.d.). Sistem Penerjemah Percakapan Langsung Multibahasa untuk Mengatasi Masalah Kendala Bahasa. 11(2019), 36–49. https://doi.org/10.37715/juisi.v11i1.5712

Sihombing, B. (2024). Interaksi Mahasiswa Asrama Yang Berbeda Suku Di Asrama Kampus I Iakn Tarutung. 3(4), 5394–5398.

Sugianto, T. (2023). KEBERAGAMAN BUDAYA INDONESIA. 03(06), 13–16.

Syamhuri, M. R. R. (2020). Kiai , Pesantren , dan Tantangan Masyarakat. 14(2), 151–164.

Thahir, M. (2023). Tantangan Dan Strategi Dalam Mengatasi Perbedaan Budaya Dan Agama Di Indonesia. 2(1).

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Ranto Maulana Sianturi, Miftahuddin Miftahuddin, & Muhammad fahli Zatrahadi. (2026). Makna Keberagaman Budaya bagi Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam dalam Interaksi Sosial di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Budaya, 5(2), 201–212. https://doi.org/10.55606/jpbb.v5i2.6164